Hotline: +62 85764650502
Selamat Datang di Kampus Pencetak Pengusaha!

David – Membangun “Waroeng Pecel&Penyet 165” Part 1

david pecel penyet 165Banyak yang mengatakan jadi pengusaha itu yang penting action dan nekad. Kita pun sudah tak asing lagi dengan cerita yang menginspirasi tentang seorang pengusaha yang memulai bisnisnya bermodalkan keberanian. Hal itu bukanlah mitos atau legenda dari negeri dongeng. Karena hal yang satu ini di alami sendiri oleh Mahasiswa STIEBBANk yang satu ini. David Dwi Rahmad nama lengkap dari mahasiswa asli Jogja yang kini menjadi owner dari sebuah rumah makan berlabel “Waroeng Pecel&Penyet 165” ini.

Meski masih terbilang baru berdiri bulan Januari lalu. Warung yang beralamat di Jl. Nusa Indah no. 38 Gandok Baru, Deresan selalu ramai dikunjungi pelanggan khususnya mahasiswa. Dengan hidangan special Penyet dan Pecel yang siap memanjakan lidah para pengunjung mulai dari jam 09.00-22.00 malam.

Bagi Anda yang pernah atau ingin mencoba seperti apa pecel dan penyet di Waroeng Pecel&Penyet 165 ini, tentu Anda tak akan menyangka bahwa pemilik dari rumah makan itu adalah seorang mahasiswa yang muda.

Tapi seperti apa cerita di balik itu semua akan kita bahas disini. Sebelum ia memiliki rumah makan seperti sekarang. Ia telah Jatuh cinta pada penyetan sejak lama. Hal itu hingga membuatnya hampir tiap hari makan penyet di warung makan penyet teman sekaligus mentor usahanya dulu saat di bisnis MLM yang pernah ia tekuni.

Hingga suatu ketika bisnis ayam penyet temannya itu mengalami masalah yang mengakibatkan bisnis itu nyaris tutup. Yaitu temannya sebagai owner warung tersebut sedikit bermasalah dengan koki di warungnya. Namun masalah itu ternyata membawa kabar baik untuknya. David di ajak bekerja sama untuk membangun kembali usaha tersebut. Ajakan itu langsung saja disambut dengan sigap olehnya.

Dengan semangat juang ’45 ia mencari tempat yang strategis untuk usahanya, dan dapatlah tempat yang saat ini menjadi warungnya. Berkat semangat dan kesungguhannya akhirnya ia berhasil meyakinkan si empunya tempat dan mendapat potongan harga sewa serta kemudahan pembayaran. Tentu hal itu tidak semudah yang kita bayangkan, karena ia bercerita bahwa saat itu ia juga harus bersaing dengan rumah makan lain yang juga ingin menyewa tempat itu. Namun akhirnya ialah yang berhasil mendapatkan tempat itu.

Saking bersemangatnya, ia hampir lupa untuk mengkonsep usahanya seperti apa. Tentu saja ia ingin usahanya memiliki nilai tambah dan keunikan dari usaha sejenis lainnya. Bersama temannya itu akhirnya terciptalah konsep waroeng makan yang seperti sekarang ini. Mulai dari menu yang di sajikan, interior, nama brand dan sebagainya.

10262170_1417973858471538_4606142803545405646_nIa akui, secara umum konsep rumah makan yang ia gunakan saat ini memodel beberapa rumah makan terkenal yang laris di Jogja. Namun dengan tambahan kreatifitas, ide ide liar dan penyesuian dengan produk yang ia tawarkan. Akhirnya jadilah konsep warung seperti sekarang. Dan ia Optimis dengan kelebihan warungnya yang memiliki berbagai nilai tambah, menu yang menarik dan lezat. Ia yakin akan mampu bersaing dengan warung makan lainnya.

“Selain Penyet kita juga ingin mengangkat Pecel sebagai makanan yang enak dan harus dicoba oleh semua orang, pecel kami memiliki bumbu yang special yang terbukti bikin orang ketagihan” ujar David.

Ia bercerita bahwa bumbu pecel yang ada di warungnya benar benar special dengan bumbu rahasia yang di impor langsung dari Purwodadi, menjadikan tak ada warung lain di Jogja yang akan memiliki cita rasa yang sama seperti pecel di warungnya.

Nama Waroeng Pecel&Penyet 165 itu sendiri dia ambil karena ingin menonjolkan produk makanan yang menjadi makanan khas dan favorit sebagian besar orang Indonesia. 165 itu sendiri ia ambil dari nama sebuah training yang pastinya sudah tak asing lagi bagi kita. Ternyata makna yang mendalam dari 1 Tuhanku 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam ini menjadi dasar prinsipnya dalam berbisnis saat ini.

“Akan Percuma jika berbisnis atau membuka usaha hanya sekedar untuk mencari keuntungan, namun jika berbisnis juga dilandasi dengan niat beribadah maka keberlangsungan usahanya akan lebih bermakna” ujar David. Ia juga berpesan bahwa dalam bisnis kita perlu menjaga komunikasi dan keharmonisan hubungan, baik itu dengan pelanggan apalagi dengan partner usaha.

Tempat sudah deal, konsep udah mateng, tapi tahukah Anda bahwa saat itu ia belum memiliki bayangan dari mana modal untuk membuka usahanya itu?  Dan tahukah Anda kalau baik David atau temannya itu sama sama tidak ahli memasak?

Mau tahu kelanjutan ceritanya?

Bagaimana David mendapatkan permodalan?

Masalah apa yang pernah terjadi yang katanya hampir membuat warungnya nyaris tak ada yang mau membeli?

Bagaimana ia dan temannya yang tidak ahli masak akhirnya namun mengelola warung makan itu meski tanpa karyawan?

Nantikan kelanjutannya di artikel Selanjutnya…

 

Mau Jadi Pengusaha Sejak Mahasiswa?

Daftar STIEBBANK Kampus Pencetak Pengusaha

Info Pendaftaran Mahasiswa baru STIEBBANK

Telp/SMS : 082227774540 PIN : 7D5F5022



Leave a Reply



Video Profil STIEBBANK

Lokasi
Contact
STIEBBANK Yogyakarta
KAMPUS : Jl. Magelang Km. 8, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55285
info@kampuspencetakpengusaha.com
Telp : (0274) 866800
© 2017 Kampus Pencetak Pengusaha | Developed by Hebat Promosindo