Hotline: +62 85764650502
Selamat Datang di Kampus Pencetak Pengusaha!

Hilangnya “Job Security”

Kakek @Jamilazzaini—demikian kami para motivator muda sahabat beliau memanggil pencetus gerakan Sukses Mulia itu—suatu ketika nge-tweet, “Barusan mendarat di Cilacap, naik pesawatnya Menteri Susi. Pilotnya bule. Mungkin beberapa tahun lagi kita naik taksi di Jakarta sopirnya pun bule.”

Apakah anda masih berpikir untuk bekerja secara aman di sebuah perusahaan? Jika iya, tanggalkanlah perasaan aman itu. Mulai sekarang, dengan tetap bekerja yang terbaik, membangun prestasi kerja setiap hari, namun tetap realistis dengan kenyataan.

Juga tinggalkan obsesi, “Pergilah ke sekolah. Sekolah yang tinggi, belajar yang rajin, dapatkan nilai terbaik, untuk mendapatkan pekerjaan bagus di perusahaan bagus agar mendapatkan tunjangan pensiun yang aman. Bla… Bla… Bla….”

Pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara bahwa pensiun bulanan akan dihapuskan, digantikan dengan uang pensiun yang diberikan sekaligus di muka, untuk meringankan beban keuangan negara, adalah salah satu bukti bahwa job security telah hilang.

Sebenarnya, job security telah lama hilang. Ia digantikan oleh tuntutan employability alias kemampuan seseorang untuk dipekerjakan. Semenjak runtuhnya Tembok Berlin, yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur di tahun 1989, saat itulah globalisasi dimulai dan persaingan bisnis tidak hanya bersifat lokal, melainkan bersifat global. Artinya? Anda tidak hanya bersaing mendapatkan pekerjaan sesama pencari kerja di Indonesia, melainkan bersaing dengan para pencari kerja di seluruh dunia.

Buktinya? Tahun 1998, ketika krisis moneter melanda bangsa ini, Ribuan perusahaan terbesar di Negara ini rontok, termasuk diantaranya puluhan Bank Plat Merah, yang satu dekade sebelumnya dianggap perusahaan yang tidak mungkin rontok.

Bahkan ketika krisis di Amerika dan Eropa terjadi, lembaga keuangan sekelas Merrill Lynch dan Lehman Brothers, rontok dan memicu gelombang krisis yang lebih besar. Ratusan ribu bahkan jutaan orang pun kehilangan pekerjaan.

Barisan kejadian seperti itu hanya menjadi sebuah peringatan buat kita. Jangan lagi pernah berharap terhadap keamanan pekerjaan alias Job Security. Lalu apa yang kita perlu lakukan?

Tingkatkanlah employee ability kita. Caranya? Miliki skill langka yang jarang dimiliki oleh orang lain namun dibutuhkan setiap perusahaan. Sebagai contoh, kemampuan intrapreneurship, leadership, public speaking, accounting, project management, selling skill, keahlian-keahlian penting yang sangat dibutuhkan di berbagai perusahaan.
Selain itu, anda juga perlu membangun network, baik offline maupun online. Network adalah salah satu modal untuk terus menjadi employeeability. Bahkan jika anda seperti mahasiswa saya di @STIEBBANK, ingin menjadi PENGUSAHA, maka semua keahlian yang saya sebutkan di atas, akan sangat bermanfaat bagi bisnis anda kelak.
Lalu apa gunanya membangun prestasi kerja sementara kepastian kerja semakin menurun?
Prestasi kerja adalah salah satu cara membangun reputasi anda. “Reputasi adalah modal anda,” demikian kata salah satu mentor saya. Reputasi adalah intangible asset yang memiliki nilai besar dalam diri kita, yang dinilai oleh perusahaan berikutnya, partner bisnis, investor, atau pun karyawan ketika anda menjadi entrepreneur.

Putu Putrayasa

Profesional Property Broker & Developer Trainer, Coach & Book Author Peraih MURI 2010 Pendiri Perguruan Tinggi Termuda Usia 26 Tahun, CEO STIEBBANK Twitter: @PutuPutrayasa

4

Website artikel



Leave a Reply



Video Profil STIEBBANK

Lokasi
Contact
STIEBBANK Yogyakarta
KAMPUS : Jl. Magelang Km. 8, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55285
info@kampuspencetakpengusaha.com
Telp : (0274) 866800
© 2017 Kampus Pencetak Pengusaha | Developed by Hebat Promosindo