Hotline: +62 85764650502
Selamat Datang di Kampus Pencetak Pengusaha!

Bang Ipul-Jatuh Cinta Pada Roti Bakar

pageEmpat tahun adalah waktu yang cukup lama bagi pemuda kelahiran Rembang, 12 mei 1990 ini. Namun tak ada kata terlambat untuk melanjutkan pendidikan kembali . Merantau di kota yang jauh dari kota asalnya, membuat Mahasiswa yang satu ini sudah cukup banyak makan asam garam kehidupan. Mulai dari bekerja di tempat orang lain, membuka usaha sendiri hingga menjalankan keduanya pun pernah di jalaninya.

Kini, sejak Juni 2013 lalu, Mahasiswa bernama lengkap Muh. Saiful Anwar ini berstatus sebagai mahasiswa STIEBBANK. Sebuah cerita unik mengawali itu semua.  Saat ia masih bekerja, suatu hari ia pernah ditugaskan kantor untuk mengikuti seminar di Jogja.

Di seminar itu Bang Ipul sapaan hangat teman temannya dikampus. Ia mendapat brosur tentang STIEBBANK. Merasa tertarik isi brosur itu ia bawa pulang dan berkali kali ia baca lalu pertimbangkan lagi hingga beberapa minggu lamanya. Saat itu ia bekerja sambil membuka bisnis roti bakar. Namun dorongan dalam hati begitu kuat untuk masuk ke STIEBBANK akhirnya memantapkan langkahnya dan masuk STIEBBANK Juni tahun lalu.

“STIEBBANK memberikan pilihan yang komplit. Harapan orang tua agar saya terus melanjutkan pendidikan, dan impian saya untuk menjadi pengusaha bisa berjalan bersamaan”Ujar Ipul.

Meski ia mengaku tidak antikerja. Tapi ia merasakan di banding bekerja memiliki usaha pribadi memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya lebih nyaman.

Keputusan besar yang ia ambil. Menutup usaha roti bakarnya lalu pindah ke Jogja dan memulai semua dari Nol lagi. Waktu yang berjalan serta kesempatan yang ada tak ia lewatkan. Menjalani rutinitas perkuliahan  di STIEBBANK. Ia pun mulai berjualan dari apa saja yang bisa di jual. Mulai dari buku, Nomer cantik, bergabung dengan EO, jasa menaikan follower, dan cover motor/mobil yang ia pasarkan lewat Facebook dan Tokobagus. Uniknya saat itu ia belum memiliki Laptop/PC pribadi sehingga ia harus pulang pergi ke warnet untuk memasang iklan dan melakukan promosi.

Meski semua belum berjalan seperti yang diharapkan, belum lagi kondisi finansial yang semakin kacau. Karena berkurangnya pemasukan. Membuatnya mulai mencari pekerjaan. Mencari berbagai lowongan di internet, 2 tempat lowongan menjadi padagang roti bakar lebih menarik hatinya. Kenapa roti bakar, karena sudah dari dulu ia sudah jatuh cinta pada bisnis itu. Lalu ia menghubungi salah satu kontak lowongan itu. Namun tempat kerja yang jauh membuatnya ia mengurungkan niat bekerja disana. Akhirnya ia bekerja di tempat lowongan yang satu lagi.

Tak disangka beberapa minggu setelahnya, ia dihubungi kembali oleh tempat lowongan kerja yang pertama. Orang tersebut menawarkan Ipul untuk membeli gerobak dengan semua perangkatnya. Sedikit dilema karena saat itu ia tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar harga yang ditawarkan tapi disisi lain. Bisnis roti Bakar adalah bisnis yang dicintainya sejak dulu, dan ini menjadi kesempatan yang sangat langka.

Kegalauannya berakhir kita ia mulai melangkah, meski tanpa memegang uang yang cukup untuk membeli gerobak tersebut ia membuat janji bertemu dengan si empunya gerobak dan melakukan tawar menawar. Berkat kesungguhannya itu akhirya ia berhasil membuat kesepakatan harga lebih murah serta pembayaran yang meringankannya. Yaitu pembayaran pertama setengah dari dari harga yang disepakati.

Namun ia belum bisa bernafas lega, pasalnya meski telah sepakat. Nominal uang yang disepakati untuk pembayaran pertama saja belum ia pegang sama sekali. Ia kembali harus memutar otak mencari solusi permodalan.

Sikap dan karakter memang menjadi modal utama yang bisa membuat orang percaya pada kita. Begitulah yang terjadi pada Ipul. Setelah menjelaskan maksud dan tujuannya. Keluarga, dan temannya  mempercayakan uangnya untuk dipinjam Ipul membuka usaha roti bakarnya. Dan uniknya orang orang tersebut tidak mengenakan bunga, dan batas waktu pengembalian. Semua kembali karena kepercayaan teman dan keluarganya kepada Ipul.

“Alhamdulilah keluarga, teman teman bahkan bapak pemilik gerobak yang baru ia kenal, masih percaya pada saya dan mau membantu meminjamkan uangnya untuk saya pakai tanpa bunga dan waktu yang di tentukan. Tapi saya berkomitmen untuk mengembalikan pinjaman ini segera dan menjaga kepercayaan mereka”Ujar Ipul.

Alhasil tepat di hari ulang tahunnya ia membuka kembali usaha Roti Bakar dan melanjutkan perjuangannya di bisnis ini. Dengan brand @MrAglie, panggilan teman temannya dulu pada Ipul. Setiap hari Ia Berjualan mulai dari jam 5 sore hingga 11 malam di Jl. Tentara Pelajar Mataram di depan Universitas Janabadra Yogyakarta. Untuk sebuah langkah awal, apa yang dilakukannya sangat menginspirasi.

“Kedepannya saya akan terus mengembangkan kualitas dan variasi produk. Tentu target saya ingin membuka banyak cabang roti bakar ini”tambah Ipul. Dari sini kita belajar bahwa betapa untuk memulai usaha yang terpenting bukanlah modal uang semata. Tapi kejujuran dan kepercayaan adalah modal utama yang akan membuka berbagai solusi atas masalah yang kita hadapi.

Mau Jadi Pengusaha sekaligus Sarjana? STIEBBANK tempatnya..

Info Pendaftaran Mahasiswa baru STIEBBANK

Telp/SMS : 08222 777 4540 PIN : 7D5F5022



Leave a Reply



Video Profil STIEBBANK

Lokasi
Contact
STIEBBANK Yogyakarta
KAMPUS : Jl. Magelang Km. 8, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55285
info@kampuspencetakpengusaha.com
Telp : (0274) 866800
© 2017 Kampus Pencetak Pengusaha | Developed by Hebat Promosindo