Hotline: +62 85764650502
Selamat Datang di Kampus Pencetak Pengusaha!

Adinda Barbara, Fashion adalah Lifestyle

Makan siangku ditemani oleh mbak Dinda, mahasiswa STIEBBANK semester 2. Adinda Barbara, begitu nama lengkapnya. Menu kami saat itu adalah ayam geprek, aku dengan 2 cabai, dan mbak dinda dengan 10 cabai, hanya dengan dibekali satu gelas air mineral. Menariknya, disana kami mengobrol mengenai bisnis. Ya, bisnis. Sebelumnya, mari aku gambarkan sosok mbak dinda. Mbak Dinda ini sangat fashionable. Fashion itu lifestyle, katanya. Di 10 menit berikutnya, aku tau kenapa, ternyata mbak Dinda ini lulusan SMK tata rias yang baru lulus tahun kemarin. Aku tidak tahu apa alasan mbak Dinda memilih STIEBBANK menjadi pilihan mbak Dinda untuk mengejar cita-citanya, aku yakin sekali kalau di STIEBBANK tidak ada jurusan tata rias. Spontan, aku tanya kenapa mbak Dinda pilih STIEBBANK. Makanan kami datang, kami lapar, suapan pertama kami hening, tapi di suapan ketiga, mbak Dinda menjawab “STIEBBANK itu kuliahnya santai tapi ilmunya bisa langsung di praktekkan”.

Terjawab sudah pertanyaanku, tapi rasanya ada yang mengganjal. Aku tahu, mbak Dinda ini asli Semarang. Tapi apa karena STIEBBANK kuliahnya santai mbak Dinda mau datang jauh-jauh ke Jogja? Ayam yang dimakan mbak Dinda, ternyata luar biasa pedasnya, mulutnya merah, tapi masih berusaha menjawab pertanyaanku. “Sebenarnya, ada banyak peluang bisnis yang aku bisa kembangkan di Semarang. Orang tuaku juga memfasilitasi untuk mencapai hal itu. tapi bukan aku gak mau gitu” selip mbak Dinda di sela-sela menahan pedasnya ayam geprek. Sekarang ini mbak Dinda memiliki toko online, di bidang kecantikan, tentunya. Kalau di Tanya profit, yaa katanya sih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan lifestyle.

Mbak Dinda juga kerap mengikuti kegiatan Event Organizer, saat menjadi panitia di acara ICOM awal Mei lalu, mbak Dinda menjadi ketua panitia. Loh, apa hubungannya EO dengan tata rias? Suatu hari nanti, mbak Dinda ingin menekuni dunia wedding organizer. Aku memberinya masukkan untuk menyertakan mempelai prianya sekalian, kami tertawa. Makanan kami habis. Tidak ada lagi ayam geprek yang pedas dimulut, tapi masih terasa panas dibibirku, terlebih mbak Dinda. Dari percakapanku bersama mbak Dinda,disinilah yang paling menarik. Kalau mbak Dinda down, mbak Dinda pulang ke Semarang untuk bertemu dengan orang tuanya dan meluapkan apa yang menjadi masalahnya. Aku menyambungnya dengan pertanyaan. apa pencapaian terbesar dalam hidupnya, mbak dinda senyum lepas sambil berkata “aku belajar menghargai hidup”. Aku yang mendengar jawabannya spontan merinding. Bukan uang yang jutaan, tapi bagaimana mbak Dinda menikmati prosesnya hingga seperti sekarang ini. Mottoku sih “hidup itu belajar, gak nyerah sebelum aku dapetin apa yang aku mau” tambahnya. Oleh Inta Destria Mahasiswi STIEBBANK 5mengapa stiebbankWebsite artikel



Leave a Reply



Video Profil STIEBBANK

Lokasi
Contact
STIEBBANK Yogyakarta
KAMPUS : Jl. Magelang Km. 8, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55285
info@kampuspencetakpengusaha.com
Telp : (0274) 866800 / 081328697009 / PIN : 2B4574A3
© 2017 Kampus Pencetak Pengusaha | Developed by Hebat Promosindo