Hotline: +62 85764650502
Selamat Datang di Kampus Pencetak Pengusaha!

David – Membangun “Waroeng Pecel&Penyet 165” Part 2

WarungMemiliki usaha memang suatu yang membanggakan, namun keberhasilan memang selalu sebanding dengan perjuangan. Sehingga cerita unik di balik sebuah usaha selalu syarat akan makna dan inspirasi bagi orang lain. Artikel kali ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya mengenai seorang mahasiswa yang berhasil memulai dan memiliki sebuah usaha warung makan dengan nama “Waroeng Pecel&Penyet 165”. Bagi yang belum membaca artikel sebelumnya silakan klik disini.

Berhasil melakukan deal untuk menyewa sebuah tempat usaha yang strategis  Dan membuat sebuah konsep usaha yang sangat menarik. Belum membuatnya saat itu bisa bernafas lega, pasalnya saat itu ia bahkan belum memegang dana untuk modal usahanya.

Karena membuka usaha bersama seorang temannya itu, permodalan usaha tersebut  di sepakati di bagi 2 sama besar. Akhirnya iapun mencari berbagai alternative permodalan.

Keluarga memang selalu menjadi tempat yang yang bisa kita jadikan sandaran, tempat kita memulai dan menjadi tempat yang selalu menerima kita untuk kembali. Dengan keahlian negosiasinya akhirnya ia berhasil melewati perbincangan yang cukup panjang akhirnya ia berhasil mendapatkan restu, doa dan dukungan penuh dari orang tuanya. Selain itu ia pun berhasil mendapatkan tambahan modal dari keluarganya.

Singkat kata dan cerita akhirnya ia berhasil mengumpulkan dana untuk usahanya. Tak perlu waktu lama akhirnya di belilah berbagai kebutuhan untuk membuka warung makan impiannya itu.

“Untungnya barang barang inventaris usaha teman saya dulu masih bisa digunakan sehingga bisa sedikit menghemat pengeluaran” ujarnya menambahkan.

Masalah pelik lainnya ia sadari, bahwa keduanya sama sama tidak ahli dalam memasak. Temannya itupun dulu, meski mengelola bisnis serupa, namun dulu ia tidak terjun langsung untuk memasak sehingga tidak mengerti secara detail. Merasa semakin kepepet oleh keadaan Hal itu justru membuatnya semakin kreatif mencari berbagai solusi. Tanpa ragu dan malu ia bertanya ke siapapun yang dikenalnya tentang cara memasak menu masakan tersebut. Hingga ia pun akhirnya mengajak tetangganya untuk membuatkannya sambel untuk warungnya saat awal awal usaha dan membeli bumbu pecel dari Purwodadi.

Namun kini, semua kerja keras dan semangat belajar yang tinggi membuatnya menenemukan resep masakan yang lezat dan berbeda termasuk resep Sambel Kosek yang menjadi andalan warungnya itu.

“Sambel kosek di warung kami memiliki cita rasa yang pas, gurih pedas manisnya sangat pas dan siap memuaskan pelanggan” ujarnya.

Perjalanan menemukan resep serta berbagai teknik opersional kerja yang efektif, tak semudah yang kita bayangkan. Masalah besar pernah menerpa mereka karena ketidaktahuan mereka akan kualitas suatu masakan sehingga suatu hari pernah mengecewakan pelanggan. Tentu saja hal itu berakibat fatal kepada warung yang baru saja ia buka itu.

Hal tersebut menjadi cambuk pemicu yang menamparnya untuk selalu mengutamakan kualitas produk yang dijual. Serta menjadi pemicunya untuk terus belajar dan terus berkembang memperbaiki kualitas usahanya. Serta berkomitmen untuk  tidak mengulagi kesalahan itu lagi. Beruntunglah dengan ketulusan dan kesungguhannya, masalah tersebut akhirnya teratasi dan tidak menjadi penghambat bagi usahanya sampai saat ini.

Ia Pernah memiliki 2 orang karyawan yang membantunya melayani pelanggan. Namun karena berbagai alasan karyawannya itu sampai kini belum tergantikan. Lagi lagi hal itu tak menjadi penghalang untuknya. Meski saat ini ia masih harus bersusah payah melakukan berbagai aktifitas usaha, belanja, memasak, melayani dan sebagainya hanya berdua bersama temannya. Ia mengaku masih mampu. Namun ke depannya ia ingin usahanya terus berkembang serta membuka jalan rezeki juga bagi orang lain. Sehingga kini ia membuka kesempatan lowongan pekerjaan di warungnya.

warung 2Meski dengan kesibukannya yang padat, tak menjadi alasannya untuk bolos apalagi menyepelekan kuliah. Ia selalu berusaha hadir di tiap mata kuliah yang ada. “Di STIEBBANK saya mendapatkan ilmu ilmu yang dapat saya aplikasikan langsung di usaha saya, serta bisa berkonsultasi langsung dengan para praktisi bisnis” ujarnya.

“Ke depannya Waroeng Pecel&Penyet 165 ini, akan segera membuka cabang, dan semoga bisa lebih di kenal oleh banyak orang dan menjadi favorit para Pecellovers” kata David optimis.

Ia pun menyampaikan pesannya bagi calon mahasiswa baru STIEBBANK “Anda mungkin bisa belajar dan menjadi pengusaha di mana saja, tapi di STIEBBANK anda bisa belajar untuk membangun, mengelola dan mengembangkan sebuah usaha yang Anda inginkan dengan lebih terarah jika anda kuliah disini, karena saya pun belajar mengenai hal itu baru disini” ujarnya.

Kita telah belajar banyak tentang memulai usaha dari mahasiswa yang satu ini. Untuk lebih mengetahui lebih lanjut tentang David dan Waroeng Pecel&Penyet 165 bisa kita lihat di facebook : Waroeng Pecel&Penyet 165 dan Twitter: @waroeng165 atau datang langsung ke warungnya di Jl. Nusa Indah no. 38 Gandok Baru, Deresan.

Mau Jadi Pengusaha Sejak Mahasiswa?

Daftar STIEBBANK Kampus Pencetak Pengusaha

Info Pendaftaran Mahasiswa baru STIEBBANK

Telp/SMS : 082227774540 PIN : 7D5F5022

 



Leave a Reply



Video Profil STIEBBANK

Lokasi
Contact
STIEBBANK Yogyakarta
KAMPUS : Jl. Magelang Km. 8, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55285
info@kampuspencetakpengusaha.com
Telp : (0274) 866800 / 081328697009 / PIN : 2B4574A3
© 2017 Kampus Pencetak Pengusaha | Developed by Hebat Promosindo